HARI BUKU NASIONAL BERSAMAAN HARI PERPUSNAS. Diperingati pada tanggal 17 Mei 2021, di tengah arus deras kegandrungan dan ketergantungan penggunaan Teknologi Informasi (TI). Sungguh tantangan yang perlu dicarikan solusi upaya pelestarian buku sebagai media literasi. Memang kita patut sadar bahwa sumber informasi dan pengetahuan buku bukanlah satu-satunya. Namun setidaknya buku menjadi pengikat dasar pengetahuan dan sumber dalil atau teori tertulis.
Jauhnya generasi milenial dengan buku bukan semata-mata karena ribet dan berat untuk dijinjing ke mana-mana. Kehadiran teknologi telah meringkas dan melipat berat fisik buku menjadi file digital yang bisa diunduh di manapun tanpa bersentuhan langsung dengan buku. Hal negatif e-book adalah efek samping yang kuat godaannya. karena tujuan awal mau membaca buku (e-book), namun hawa nafsu membisiki dan menghembuskan mengajak berselancar ke menu lain, ah jadi lain dan berbeloklah tujuannya.
Dari sisi penulisan, isi buku benar-benar menjadi tanggung jawab penulis bukan pihak lain (kecuali ada kesalahan cetak), beda dengan piranti teknologi, tanpa saringan semua orang bisa menjadi penulis, baik mengatas namakan diri sendiri ataupun menggunakan nama samaran, dan ini tidak berlaku bagi penerbitan buku. Penerbit akan berani mencetak bila sang penulis benar-benar ada wujudnya, walau tidak kontak secara langsung. Pun toh bila penulis buku menggunakan samaran, identitasnya tetap berada di brangkas percetakan.
Hal lebih penting dari itu semua, adalah bagaimana kita mendorong kepada seluruh warga masyarakat utamanya yang sudah melek aksara untuk gemar membaca dan menjadikan membaca sebagai hobi, sehingga bangsa Indonesia memiliki tradisi intelektual yang patut dibanggakan, karena seluruh aspek pembicaraan memiliki sandaran yang kuat dari buku.
Seiring dengan diperingati hari buku bersamaan itu pula diperingati hari Perpustakaan Nasional, karena tanpa ada perpustakaan, buku akan kehilangan masanya dan tidak ada yang merawat serta memfasilitasi untuk dibaca.
Salam literasi di hari buku, hari perpustakaan nasional, ayo membaca, mari menulis dan sebarkan tulisan kita untuk mepengaruhi orang lain agar gemar membaca dan riang menulis. (Hamim Thohari Majdi)

ruaarrr biasa
BalasHapus