Loyalitas adalah modal utama bagi pegawai, sudah sering mendengar
kata loyalitas yang biasanya disampaikan oleh atasan utamanya dalam pembinaan
atau pengarahan, karena kata ini sudah sangat tidak asing lagi, maka pimpinan berkewajiban untuk memastikan bahwa pegawai di lingkungannya tahu dan mengerti arti loyalitas serta dapat
mengimplementasikan dalam bekerja
Pengertian loyalitas dapat diketahui
dari Kata dasarnya yaitu “loyal” berarti patuh atau
setia. Loyalty is faithfulness or a devotion to a person or cause (kepatuhan atau kesetiaan
pada seseorang atau peraturan), sehingga loyalitas bisa diartikan secara bebas
yaitu mengikuti dengan patuh dan setia kepada seseorang atau sistem atau aturan
Sebagai modal utama sedikitnya ada empat komponen yang
menjadi kriteria untuk mendeteksi atau mengukur loyalitas seseorang pejabat
atau pegawai yaitu : kesetiaan, ketaatan, komitmen dan pengorbanan
Kesetiaan
Dalam
konteks kedinasan kesetiaan mutlak dibutuhkan, sebab kesetiaan itu sendiri
mengandung makna keteguhan hati. Pegawai yang setia adalah mereka yang siap “menghambakan
diri” (bekerja sepenuh hati) untuk institusinya.
Salah
satu bentuk kesetiaan kepada institusi adalah penerimaan secara tulus terhadap
pemimpinnya, siapapun yang ditunjuk sebagai pemimpin sudah selayaknya diterima,
dalam etika birokrasi hak pegawai atas seorang pemimpin adalah sikap menerima
bukan mengusulkan, sebab pimpinan dalam birokrasi adalah penunjukan dari yang
lebih atas bukan pemilihan oleh bawahan
Sifat setia tidak akan berkumpul dengan perasaan curiga,
cemburu, merendahkan, mendzalimi, mengingkari, menyakiti, menuduh dan lain
sebagainya. Karenanya keterbukaan merupakan hal yang penting untuk
menunjukkan kesetiaan, dengan cara saling mengingatkan, dan menurut Allah
termasuk orang yang beruntung bagi orang yang mau mengingatkan dan diingatkan dalam hal kebaikan dan
kesabaran
Sebagaimana kalimat bijak “teman yang setia bukanlah teman
yang selalu membenarkan perkataanmu, tetapi teman setia adalah selalu berusaha
berkata benar kepada”. Karenanya orang yang loyal tidak akan tersinggung dan sangat
senang bila diingatkan ketika salah, dan tentu saja dengan cara yang bijaksana.
Sebaliknya sangat membenci orang yang mencari muka, berpura-pura baik di
depan saya, tetapi menggunjing bahkan menyusun kekuatan untuk melawan.
Kesetiaan dalam loyalitas kepegawaian adalah menjaga nama baik institusi, membela institusi bila ada ada oknum atau pihak lain yang berusaha memperburuk citra institusinya
Taat
dan patuh memiliki arti selalu melaksanakan segala peraturan yang ditetapkan.
Ketaatan dan kepatuhan yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan mewujudkan
ketertiban dan ketenteraman
Komitmen
Komitmen berarti perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu atau kontrak, komitmen institusi sama halnya dengan komitmen organisasi adalah sebuah ikatan psikologis individu atau seseorang dengan organisasinya, dengan bahasa yang mudah komitmen bagi pegawai adalah ikatan psikologis pegawai dengan tempat kerjanya
Biasanya
istilah komitmen digunakan untuk hal-hal penting. Mowday (1982) mendefinisikan
komitmen sebagai kekuatan relatif dari identifikasi individu dan keterlibatannya
sebagai kekuatan relatif dari identifikasi individu dengan organisasi kerja.
Sedangkan Mitchell (1982) memandang komitmen sebagai suatu orientasi nilai
terhadap kerja yang menunjukkan bahwa individu sangat memikirkan pekerjaannya.
Di mana pekerjaan memberikan kepuasan hidup, dan pekerjaan memberikan status
bagi individu. Charles O’Reilly (1989) menyatakan bahwa komitmen organisasi
secara umum dipahami sebagai ikatan kejiwaan individu terhadap organisasi
termasuk keterlibatan kerja, kesetiaan dan perasaan percaya pada nilai-nilai
organisasi.
Seperti
di awal sebelum kita melakukan sesuatu, biasanya terlebih dahulu dibuatkan
komitmen atas prinsip-prinsip perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan
pelaporannya, sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan yang direncanakan. Para pemimpin sangat senang kepada pegawai yang terbuka dalam menjalankan tugas, lebih baik
bilang tidak sanggup atau tidak setuju di depan daripada bermuka dua, di depan pimpinan mengatakan sanggup tetapi tidak mau melaksanakan.
Pengorbanan
Cinta butuh pengorbanan, begitu juga
loyalitas diukur dari besarnya pengorbanan, tentu yang maksudkan
pengorbanan adalah untuk institusi, mengorbankan waktu, pikiran tenaga bahkan harta untuk kepentingan
kemaslahatan. Maka selayaknya loyalitas mengharuskan mau dan mampu berkorban dalam menjalankan tugas yang dipercayakan di pundaknya.
Jenis dan bentuk pengorbanan tentu
berdasarkan kebutuhan dan situasi, pengorbanan yang paling pokok adalah
mengorbankan kepentingan pribadi dan golongan untuk mendahulukan kepentingan
organisasi atau institusi utamanya di waktu jam kerja. Para pemimpin sangat menghargai
kepada mereka yang mamu mengorbankan diri sepanjang waktu untuk kepentingan
dinas, dan selanjutnya akan memberikan apresiasi atau penghormatan kepada mereka yang
mau berkorban
Jadi pegawai yang loyalitasnya tinggi adalah pegawai yang mempunyai kesetiaan penuh kepada institusi, taat kepada atasan, mempunyai ikatan emosional dengan kantor dan mau berkorban, inilah pegawai yang ideal untuk mewujudkan visi dan misi institusi.
Hamim Thohari Majdi
loyalitas modal utama
SSSSS
BalasHapus