Selasa, 18 Mei 2021

LOYALITAS MODAL UTAMA

 



  

Loyalitas adalah modal utama bagi pegawai, sudah sering mendengar kata loyalitas yang biasanya disampaikan oleh atasan utamanya dalam pembinaan atau pengarahan, karena kata ini sudah sangat tidak asing lagi, maka pimpinan berkewajiban untuk memastikan bahwa pegawai di lingkungannya tahu dan mengerti arti loyalitas serta dapat mengimplementasikan dalam bekerja

Pengertian loyalitas dapat diketahui dari Kata dasarnya yaitu  “loyal” berarti patuh atau setia. Loyalty is faithfulness or a devotion to a person or cause (kepatuhan atau kesetiaan pada seseorang atau peraturan), sehingga loyalitas bisa diartikan secara bebas yaitu mengikuti dengan patuh dan setia kepada seseorang atau sistem atau aturan

            Sebagai modal utama sedikitnya ada empat komponen yang menjadi kriteria untuk mendeteksi atau mengukur loyalitas seseorang pejabat atau pegawai yaitu : kesetiaan, ketaatan, komitmen dan pengorbanan

Kesetiaan

Dalam konteks kedinasan kesetiaan mutlak dibutuhkan, sebab kesetiaan itu sendiri mengandung makna keteguhan hati. Pegawai yang setia adalah mereka yang siap “menghambakan diri” (bekerja sepenuh hati) untuk institusinya.

Salah satu bentuk kesetiaan kepada institusi adalah penerimaan secara tulus terhadap pemimpinnya, siapapun yang ditunjuk sebagai pemimpin sudah selayaknya diterima, dalam etika birokrasi hak pegawai atas seorang pemimpin adalah sikap menerima bukan mengusulkan, sebab pimpinan dalam birokrasi adalah penunjukan dari yang lebih atas bukan pemilihan oleh bawahan 

Sifat setia tidak akan berkumpul dengan perasaan curiga, cemburu, merendahkan, mendzalimi, mengingkari, menyakiti, menuduh dan lain sebagainya. Karenanya keterbukaan merupakan hal yang penting untuk menunjukkan kesetiaan, dengan cara saling mengingatkan, dan menurut Allah termasuk orang yang beruntung bagi orang yang mau mengingatkan  dan diingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran

Sebagaimana kalimat bijak “teman yang setia bukanlah teman yang selalu membenarkan perkataanmu, tetapi teman setia adalah selalu berusaha berkata benar kepada”. Karenanya orang yang loyal tidak akan tersinggung dan sangat senang bila diingatkan ketika salah, dan tentu saja dengan cara yang bijaksana. Sebaliknya sangat membenci orang yang mencari muka, berpura-pura baik di depan saya, tetapi menggunjing bahkan menyusun kekuatan untuk melawan.

Kesetiaan dalam loyalitas kepegawaian adalah menjaga nama baik institusi, membela institusi bila ada ada oknum atau pihak lain yang berusaha memperburuk citra institusinya

            Taat dan patuh memiliki arti selalu melaksanakan segala peraturan yang ditetapkan. Ketaatan dan kepatuhan yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan mewujudkan ketertiban dan ketenteraman



Komitmen

Komitmen berarti perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu atau kontrak, komitmen institusi sama halnya dengan komitmen organisasi adalah sebuah ikatan psikologis individu atau seseorang dengan organisasinya,  dengan bahasa yang mudah komitmen bagi pegawai adalah ikatan psikologis pegawai dengan tempat kerjanya

Biasanya istilah komitmen digunakan untuk hal-hal penting. Mowday (1982) mendefinisikan komitmen sebagai kekuatan relatif dari identifikasi individu dan keterlibatannya sebagai kekuatan relatif dari identifikasi individu dengan organisasi kerja. Sedangkan Mitchell (1982) memandang komitmen sebagai suatu orientasi nilai terhadap kerja yang menunjukkan bahwa individu sangat memikirkan pekerjaannya. Di mana pekerjaan memberikan kepuasan hidup, dan pekerjaan memberikan status bagi individu. Charles O’Reilly (1989) menyatakan bahwa komitmen organisasi secara umum dipahami sebagai ikatan kejiwaan individu terhadap organisasi termasuk keterlibatan kerja, kesetiaan dan perasaan percaya pada nilai-nilai organisasi.

Seperti di awal sebelum kita melakukan sesuatu, biasanya terlebih dahulu dibuatkan komitmen atas prinsip-prinsip perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporannya, sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan yang direncanakan. Para pemimpin sangat senang kepada pegawai yang terbuka dalam menjalankan tugas, lebih baik bilang tidak sanggup atau tidak setuju di depan daripada bermuka dua, di depan pimpinan mengatakan sanggup tetapi tidak mau melaksanakan.  

Pengorbanan

            Cinta butuh pengorbanan, begitu juga loyalitas diukur dari besarnya pengorbanan, tentu yang maksudkan pengorbanan adalah untuk institusi, mengorbankan  waktu, pikiran tenaga bahkan harta untuk kepentingan kemaslahatan. Maka selayaknya loyalitas mengharuskan mau dan mampu berkorban dalam menjalankan tugas yang dipercayakan di pundaknya.

            Jenis dan bentuk pengorbanan tentu berdasarkan kebutuhan dan situasi, pengorbanan yang paling pokok adalah mengorbankan kepentingan pribadi dan golongan untuk mendahulukan kepentingan organisasi atau institusi utamanya di waktu jam kerja. Para pemimpin sangat menghargai kepada mereka yang mamu mengorbankan diri sepanjang waktu untuk kepentingan dinas, dan selanjutnya akan memberikan apresiasi atau penghormatan kepada mereka yang mau berkorban

            Jadi pegawai yang loyalitasnya tinggi adalah pegawai yang mempunyai kesetiaan penuh kepada institusi, taat kepada atasan, mempunyai ikatan emosional dengan kantor dan mau berkorban, inilah pegawai yang ideal untuk mewujudkan  visi dan misi institusi. 

Hamim Thohari Majdi

loyalitas modal utama





1 komentar: