Jumat, 14 Mei 2021

PANDUAN LITERASI HOLISTIK

 

Literasi sedang gencar digalakkan, utamanya di lembaga pendidikan. Pergerakan literasi adalah menggeser budaya (sekadar) membaca, ditingkatkan derajatnya menjadi membaca untuk menulis. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa seorang yang ingin menulis haruslah memiliki pengetahuan yang cukup sebagai bahan tulisan. Karena itu seorang penulis harus rajin membaca untuk mengumpulkan informasi, baik sebagai bahan verifikasi, comparasi atau investigasi. Sehingga tulisannya mempunyai ketajaman analisa dan kesimpulan yang tepat.

    Seiring dengan peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1442 H bertepatan dengan 29 April 2021, seakan diingatkan bahwa Al-Quran merupakan panduan literasi holistik, tidak saja berlaku untuk ummat Islam, lebih dari itu Al-Quran diperuntukkan seluruh isi semesta, sebagaimana diutusnya Rasulullah Muhammad Saw yaitu untuk menebar rahmat di alam semesta. 

Ayat pertama turun adalah _IQRA'_ bacalah, sebuah perintah untuk membaca -kegiatan berliterasi- ini menunjukkan bahwa umat Islam haruslah menjadi pelopor berliterasi. dan panduannya adalah Al-Quran, yang di dalamnya memuat nilai-nilai ke-Tuhanan, kemanusiaan, sosial dan spiritualitas, baik untuk perseorangan, kelompok atau dalam lingkup yang lebih besar yaitu negara.

Keindahan bahasa dan kelengkapan informasi yang ada dalam Al-Quran menjadikan enak dijelajahi, bacaannya saja membuat tentram pembaca dan pendengarnya, apalagi bila nilai-nilai yang terkandung diaplikasikan dalam kehidupan. 

Sungguh gembira bagi orang-orang yang memiliki kejernihan berpikir dan bersihnya hati sebagai modal memantik nilai-nilai yang ada dan menyelaraskan dengan kalam Tuhan. Maka literasi haruslah disandarkan kepada nilai-nilai Ke-Tuhanan untuk mendapatkan nilai yang hakiki. 

Islam mewajibkan umatnya menuntut ilmu dari timangan sang ibu hingga hayat berakhir, bahasa internasionalnya long life education. Maka hal utama yang harus dilakukan adalah membaca -berliterasi. (Hamim Thohari Majdi)

1 komentar: