Literasi sedang gencar digalakkan, utamanya di lembaga pendidikan.
Pergerakan literasi adalah menggeser budaya (sekadar) membaca, ditingkatkan
derajatnya menjadi membaca untuk menulis. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa
seorang yang ingin menulis haruslah memiliki pengetahuan yang cukup sebagai
bahan tulisan. Karena itu seorang penulis harus rajin membaca untuk
mengumpulkan informasi, baik sebagai bahan verifikasi, comparasi atau
investigasi. Sehingga tulisannya mempunyai ketajaman analisa dan kesimpulan yang
tepat.
Seiring dengan
peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1442 H bertepatan dengan 29 April 2021,
seakan diingatkan bahwa Al-Quran merupakan panduan literasi holistik, tidak
saja berlaku untuk ummat Islam, lebih dari itu Al-Quran diperuntukkan seluruh
isi semesta, sebagaimana diutusnya Rasulullah Muhammad Saw yaitu untuk menebar
rahmat di alam semesta.
Ayat pertama turun adalah _IQRA'_ bacalah,
sebuah perintah untuk membaca -kegiatan berliterasi- ini menunjukkan bahwa umat
Islam haruslah menjadi pelopor berliterasi. dan panduannya adalah Al-Quran,
yang di dalamnya memuat nilai-nilai ke-Tuhanan, kemanusiaan, sosial dan
spiritualitas, baik untuk perseorangan, kelompok atau dalam lingkup yang lebih
besar yaitu negara.
Keindahan bahasa dan kelengkapan informasi
yang ada dalam Al-Quran menjadikan enak dijelajahi, bacaannya saja membuat
tentram pembaca dan pendengarnya, apalagi bila nilai-nilai yang terkandung
diaplikasikan dalam kehidupan.
Sungguh gembira bagi orang-orang yang
memiliki kejernihan berpikir dan bersihnya hati sebagai modal memantik
nilai-nilai yang ada dan menyelaraskan dengan kalam Tuhan. Maka literasi
haruslah disandarkan kepada nilai-nilai Ke-Tuhanan untuk mendapatkan nilai yang
hakiki.
Islam mewajibkan umatnya menuntut ilmu
dari timangan sang ibu hingga hayat berakhir, bahasa internasionalnya long life
education. Maka hal utama yang harus dilakukan adalah membaca -berliterasi.
(Hamim Thohari Majdi)
Subhanallah memang Islam is the best
BalasHapus