Jumat, 11 Juni 2021

LITERASI PENYULUH AGAMA

 LITERASI PENYULUH AGAMA



Literasi bagi penyuluh agama sangat dibutuhkan , bahkan bisa disebut sebagai senjata utama dan andalan. Bagaimana mungkin seseorang bisa menyampaikan banyak informasi, kalau pengetahuannya terbatas. Ibarat gelas yang terisi hanya seperempat, tak kan bisa mengalir deras ketika dituang. Penyuluh butuh beragam pengetahuan. Proses transformasinya tak perlu pilih dan pilah hanya ketika didistribusikan (penyuluhan) perlu seleksi.

Penyuluh agama Islam KUA Kec. Rowokangkung telah melakukan pelatihan dua pertemuan dengan mengambil tema MENULIS SEMUDAH MEMBALAS WA. "Sungguh mengasikkan" komentar salah satu penyuluh bidang keluarga sakinah. Selama ini kita sudaj lihai dalam tulis menulis, terbukti selalu lancar tatkala membuat status apalagi membalas WA agar kebiasaan menulis ini menkaji positif dan bermanfaat, maka dialihkan untuk menulis materi penyuluhan dengan menggunakan metode chating tentang materi yang hendak disajikan.


Pengunaan metode balas WA bisa diterapkan untuk membuat berita atau pelaporan dengan rumua 5 W + 1 H sehingga memenuhi unsur kepala berita. Sungguh mudah bila kita mampu membuat pertanyaan dan balasannya lalu diolah sesuai kebutuhan.

Begitu halnya bila menginginkan menulis artilel bahkan menerbitkan buku dimulai dengan cara membalas WA atau membuat status yang sesuai dengam tema yang sedang ditukis. Kebiasaan ini akan mengantar menjadi penulis produktif.



Untuk mengasah ketajaman imajinasi dan mengelola emosi, pada pertenuan kedua diasah melalui pantun. Diyakini dengam berpantun akan semakin kreatif dan inovatif. Pantun banyak diselipkan menjadi bahan penyegar dalam setiap pertemuan, apalagi ketika peenyuluhan. Sungguh menjadikan cair dan sejuk pertemuan.


===================

Hamim Thohari

Ha Mim Co

Literasi penyuluh agama

1 komentar:

  1. Ambil manggis di rumah cak sulikan
    Belajar menulis itu menyenangkan😃😃😃

    BalasHapus