Selasa, 22 Juni 2021

MENGATASI KEBUNTUAN DI PANGGUNG

MENGATASI KEBUNTUAN DI PANGGUNG



Mengatasi kebuntuan di panggung jago ngomong sebagai singa panggung. Tidak terasa saat sedang asyik berpidato, ceramah atau khutbah, tiba-tiba kehabisan bahan, akibatnya bingung, seperti seseorang terkena panah asmara, bengong tanpa omong. Kondisi ini bisa terjadi, karena anda memperlebar dan meluaskan bahasan, maunya anda memberikan ragam pengetahuan, namun anda belum siap.

Untuk mengatasi kebuntuan di panggung seperti kasus di atas, maka konsistenlah terhadap materi yang akan disampaian. Lebih baik anda mengetahui sedikit hal, namun menguasi. Daripada mengetahui banyak hal tetapi hanya kulitnya atau sesidit saja. Dalam bahasa gaul anda harus segera "mundur alon-alon", bukan mundur atau turun dari panggung, pembicaraan diulang lagi dari materi yang hendak disampaikan. Jangan takut anda dianggap mengulang-ulang pembicaan, hal ini bertujuan untuk menegaskan, agar pendengar lebih faham. Tentu dengan cara yang tepat menggunakan kalimat sisipan "perlu saya ulangi, bahwa..." atau "saya tegaskan kembali, bahwa..." dengan mimik agak santai.

Bila anda belum menguasai benar materinya, maka buatlah catatan dikertas. Ditulis dan bawa ke mimbar. Tulis di lembaran kecil hal-hal yang ingin anda tegaskan atau sampaikan kepada pendengar. Dengan begitu ketika anda lupa atau terlalu jauh pembicaraannya, segeralah lihat catatan, tidak haram membawa 'krepean-catatan" apalagi bagi anda yang sedang memulai belajar untuk jadi singa podium.


===================

Hamim Thohari Majdi

Ha Mim Co

Mengatasi kebuntuan di panggung

Jago ngomong

Singa podium

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar