Kamis, 17 Juni 2021

SOP BUNTUT TIGA HARI

 SOP BUNTUT TIGA HARI


Sop buntut tiga hari bagaimana rasanya ya. Banyak yang menikmati hidangan setika masih hangat bahkan panas, menurut mereka karena sensasi yang dihadirkan. Dalam bahasa pasaran "makan nasi panas' cukup nikmat walau hanya ditemani sambalndan krupuk. Nasi panas cocok bergandengan dengan lauk apapun. 

Ada kalimat bijak yang perlu dipilih antara makan enak dan enak makan.  Sekilas hanya pemindahan tempat atau perubahan susunan kata yang ada. Padahal keduanya memiliki makna berbeda. Makan enak, memiliki arti makanan yang disantap enak rasanya karena kualitas dan jenis serta bentuknya. Makan enak banyak yang mengidamkan, apalagi bagi mereka yang "brand oriented" makan merek memilih makanan dengan brand terkenal, trendy, viral disukai netizen. Agar dianggap the have, kekinian no jadul.



Beda dengan enak makan, ini lebih fokus kepada situasi dan kondisi. Ketika seseorang sangat lapar maka apapuj makanan yang tersaji dihadapannya adalah makanan enak, orang lapar selera makananya sedang di puncak, siap santap apapun makanannya yang penting minum bung!!! agar tidak tersedak. Enak makan tak pilih pakanan, tak peduli teman, tak hirau tempat, nafsu makan tetapemggeliat. Seakan selalu menelan ludah. 

Tiga hari, sangatlah menanggung rindu menyantap sop buntut, bukan makan  sop buntut selama tiga hari berturut turut apalagi sop buntutnya sudah berumur tiga hari, hemmm kayaknya gimana gitu.... biasa ketika tidak enak badan teringat makanan favorit yang mampu menghadirkan daya ungkit, sop buntut aku merindukanmu tiga hari lalu.

Bejo dan beruntung kini ku dapatkan sop buntut tanpa susah payah dan tak perlu berhadapan dengan kasir. Duduk manis gratis, bukan belas kasih dari penjualnya lho, karena harus menemani tamu makan siang di resto, di sana ada menu sop buntut, seperti cerita ini berbuntut, atau berbuntut menjadi bahan cerita.



Ada kemauan ada jalan, tampak tepat menjadi paradigmanya, manusia berencana, Tuhan temukan takdirnya. Ikhtiar sejalan dengan takdir Allah sungguh nikmat sekali. Lalu nikmat dari TuhanMu yang manakah yang hendak kau dustakam? Makan atas nikmat Allah mari berbagi agar ada keberkahan. Berbagi tak kan pernah habis, walau hitungan matatika menyatakan pengurangan, namun itu seperti bibit yang kita buang di lahan subut, hilang untuk sementara waktu, kan kembali dengan berlipat buah yang tumbuh sangat aduhaiii.


=========================

Hamim Thoharii Majdi

Sop Buntut tiga hari

Ha Mim Co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar