Selasa, 17 Agustus 2021

ANALOGI KE DISKOTIK

ANALOGI KE DISKOTIK


Analogi ke diskotik. Anda, bila melihat seseorang ke diskotik untuk menikmati suasanya, kira-kira apa yang anda simpulkan. Maka tak jauh dari labelnya, adalah kemaksiatan, di dalamnya ada minuman keras, musik yang melenakan, bahkan ada DJ yang siap menemani sampai dini hari. Apakah mereka yang ke diskotik itu tersesat? Tentu menggunakan notma agama dalam menilainya. 
Dalam kontek enyertainmen justru menunjukkan kesuksesan bila makin hari, pengunjung diakotik makin ramai. Sehingga menyubutkan seluruh pelaku industri hiburan dan musik. Sementara itu dalam kaca mata psikologi, bisa dianggap sebagai aktifitas terapi, bagi pengunjung yang memiliki kepenatan hati. Kondisi terakhir inilah jalan pilihannya.
Karenanya dalam konteks pendidikan, siswa harus dipahamkan bagaimana memilih tempat, bentuk dan cara menyelesaikan masalah. Gambaran rinci dan efek yang dipilih harus dikomparasikan, sehingga secara mandiri siswa bisa mengambil kesimpulan dan menanamnya dalam lubuk sanubari.
Jalan terbaik harus dibiasakan dipilih dan menjadi pilihan terbaik, yaitu jalur spiritual, menyambung komunikasi dengan pemilik masalah yaitu Allah Swt. Dapat dipastikan bila anda langsung mengadu kepada yang memberi masalah, maka jalan terang akan dihamparkan. 
Jadi pada prinsipnya banyak orang yang sengaja mencari dan menuju jalan yang dibemci oleh Allah, sehingga mereka tersesat, lalu disesatkan. Namun bagi yang memiliki butir-butir keimanan, insha Allah akan mendapat sapaan dan petunjuk dari Allah.
Bukankah Allah mengingatkan
"Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk bagi kaum yang dholim (sesat dan menyesatkan diri).

Wajiblah kiranya guru memiliki keyakinan, bahwa siswa harus terselamatkan dari jalan sesat menuju jalan selamat, jalan yang dikehendaki pemilik kehidupan.

====================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Analogi ke Diskotik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar