Selasa, 10 Agustus 2021

BAHAYA EMOSI YANG TERLEPAS

 BAHAYA EMOSI YANG TERLEPAS



Bahaya Emosi Yang Terlepas. Emosi laksana kuda binal, penuh gelora, tidak suka dikekang. Menerjang, berlari semaunya, tak ingin ada kemdali. Agama menegaskan, bahwa emosi berkecenderungan kepada hal-hal-hal buruk, merugikan orang lain dan mengganggu ketenteraman prmiliknya. 

Emosi memiliki peran yang sangat signifikan dan dominan. Emosi adalah deteksi diri, lalu melahirkan rasa. Bila kontrol diri kurang kuat, maka rasa yang merisaukan atau mencemaskan akan muncul ke permukaan. Secerdas apapun diri anda, bila tidak memiliki kontrol yang kuat akan melahirkan perilaku yang tidak baik, statemen umum menyatakan " pikiran dikalahkan oleh emosi".

Dalam konteks filsafat, manusia adalah hewan yang berakal. Ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kesamaan proses refkeksi diri dengan hewan, bila akalnya tidak mampu menjadi pembimbing kehidupannya. Bahkam Al-quran menyebut, manusia seperti hewan, bahkan lebih sesat. 

Guru di samping mengasah kecerdasan intelektualnya, juga menebalkan kecerdasal emosionalnya, agar mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan dan harmonis dengan semesta. Emosi yang terlepas menjadikan seseorang mati rasa, tidak tahu apa yang dirasakan, tidak mampu mendiakripsikan apa yang sedang dialami. Bagaimana mungkin seseorang akan bisa melakukan sesuatu yang tepat untuk dirinya, bila tidak mampu merasakan apa yang dialaminya. Kecermatan identifikasi akan menghasilkan alternatif solutif dan tindakan akurat serta tepat.

Jangan biarkan siswa semaunya sendiri, tanpa didasari alasan cukup untuk melakukan. Kendalikan emosi siswa agar bisa tepat prmanfaatannya. Emosi yang disanding dengan ilmu cukup menjadikan berperilaku baik dan memberi nilai tambah. 

Proses kegiatan belajar mengajurnya harus mampu memperbaiki perilalu emosi menjadi kekuatan, sehingga menghasilkan potensi dan energi. Guru tak boleh lengah dan lelah, karena terakhir inilah celahnya.


============================

Hamim Thohari Majdi

Ha Mim Co

Bahaya Emosi Yang Terlepas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar