Minggu, 15 Agustus 2021

MENEBAR SENYUM

MENEBAR SENYUM


Menebar Senyum. Keceriahan lahir batin adalah kondisi ideal gambaran orang yang me dapatkan cintanya dari yang dicintai. Hal ini tetwujud dari jalinan mesra keduanya dengan saling merelakan. Yang mencintai merelakan berkorban dengan ego dirinya untuk menyamaan kegemberiaan atas apa yang menjadi kesenangan dari yang dicintai. Sedang yang dicintai merasa senang karena tersanjung dan dijunjung dengan menyentuh dasar hati.
Guru harus meninggalkan kebencian dan amarah. Karena kedua sifat ini menjadi penghalang untuk menjadi guru yang dicintai. Seseorang yang ingin dicintai selalu menyamakan gelombang dengan orang yang mengintai. Guru dan murid harus satu gelombang dalam mengarungi hari-hari di bangku sekolah. Senyum yang menyembang akan semakin berkembang melalui budi daya rasa cinta. Magnit terkuat dalam mendekatkan jarak hati adalah cinta, saling mencuntai, bukan menjadi parasit, tetapi sebagai pupuk yang menyuburkan.
Amarah dan kebencian sangat dijauhi oleh manusia, keduanya memporak porandakan kedamaian. Membasuh kebaikan yang dikumpulkan, merenggangkan rasa. Maka wajar bila amarah dan kebencian menjadi baju, utama sebagai baju kebesaran guru, sama halnya dengan membangun benteng, pemesih hati dan raga dengan siswa.Tak pernah terwujud keharmonisan. Sehingga bertolak belakang dengan ruh pendidikan untuk lebih memanusiakan manusia. 
Menebar senyum harus bermula dati muara senyum itu sendiri, yang dipancatkan oleh guru. Betapa riang para siswa bila mendapati guru dengan penuh kegembiraan. Ciptakan atmosfir suka cita dalam dunia pendidikan. Maka dengan sendirinya para siswa akan menjadi agen penebar senyum pada sekelilingnya. 


====================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Menebar Senyum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar