Selasa, 07 September 2021

BICARALAH JANGAN DIAM

BICARALAH JANGAN DIAM


Bicaralah jangan diam. Dalam komunikasi di lingkungan sosial, diperlukan ungkapan lisan, bisa disebut dengan pernyataan atau jawaban dari rangkaian pertanyaan yang ada atau diajukan oleh lawan bicara. Baik dari teman kerja, sahabat, saudara dan dari siapapun perlu pengungkapan secara lisan dengan jelas. Walau ada kalanya lain di mulut lain di hati, tetapi kalimat yang diucapkan bisa ditafsirkan sesuai kaidah bahasa atau kelaziman yang berlaku di masyarakat. 
Bayangkan, bika anda menghadapi seseorang, lalu respon yang diberikan hanya bahasa tubuh, sangatlah sulit mengartikan, kecuali mereka yang memiliki kecakapan di bidang ini. Maka diam semakin menambah penasaran atau teka-teki.
Sore itu Adi masuk rumah dalam keadaan badan dan pakaiannya terlumuri tanah basah, anda melihatnya, hanya beradu pandang mata, sejurus kemudian Andi masuk ke kamar mandi. Namun anda bengong melihat jejak kaki yang terstempel dengan lumpur. Maka tinggallah amarah menggenapi kekesalan dalam hati anda. Anda terlanjur diam mengimbangi Andi yang sedang tutup mulut, mencari aman. 
Di waktu lain, anda mendapati orang yang anda sayangi, entah pasangan hidup, teman dekat, anak, saudara atau siapalah, diam saja pada akhir-akhir, ditanya ia tidak menjawab, diajak ngobrol hanya diam, diberi penjelasan malah menundukkan kepala. Maka anda semakin bingung dan kesepian tak pernah terpecahkan. Sama seperti banyi bila merasakan kurang nyaman, memberi isarat dengan tangisan, tidak menyatakan dengan jelas apa yang terjadi, bila sakit, sakitnya didaerah mana, bila terganggun, siapa yang mengganggu dan seterusnya. Maka tangisan dan diam tidaklah terlalu jauh perbedaannya, sulit dipahami. 
Begitu halnya dalam dunia kerja, seorang pemimpin harus terampil berbicara, dalam rangka mengarahkan staf atau bawahan menuju titik tujuan bersama, menunjukkan alur dan konsekuensinya. Terampil berbicara mengarahkan kepada kejelasan dan ketegasan. 
Berbicara itu penting, maka janganlah diam. Masalah tidak otomatis terpecahkan atau ketemu solusinya dengan cara membiarkan. Sama halnya bila anda melihat sesuatu yang bertentangan dengam norma dan merugikan banyak orang, tetapi anda tidak memiliki keberanian untuk menegur apalagi melarang dan mencegahnya. Maka keruwetan sosial akan tumbuh lebih nesar lagi, karena dibutuhkan kehadiran orang yang memiliki nyali untuk berdialog dengan pihak yang meresahkan.



===========================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Bicaralah Jangan Diam
Jago ngomong 
Singa podium

Tidak ada komentar:

Posting Komentar