Sabtu, 02 Oktober 2021

BUANGLAH HATIMU YANG BUSUK

BUANGLAH HATIMU YANG BUSUK



Buanglah hatimu yang busuk. Tidak terlalu disudutkan letak tong sampah ini. Bahkan terkesan masih di tengah  dinding batu yang sekadar ditata dengan hati penuh cinta. Hingga begitu tampak rapi yang tersengaja. Menarik sekali tulisan yang menjadi baju tong sampah "Buanglah hati yang busuk". Teringat bahwa tong sampah adalah penadah kebusukan material dalam lingkungan kemudian disebut dengan limbah. Sebagai barang tak berharga bahkan dikesan sebagai racun kehidupan.
Maka wajar di arena gunung mas lamongan 27 atau disingkat GILA (gunug indah lamongan) yang menyajikan kata-kata cinta kecewa muliskan hati yang busuk, tidak perlu dipelihara atau dibudidayakan, justru perlu didaur ulang menjadi barang antik memarik. 
Jati yang busuk akan menjalar kepada busuknya pikiran dan penyakit badan, maka harus dibuang bukan ke lain jati, namun ke tempat sampah agar tidak terjadi radiasi. Biarlah  yang tersisa dalam diri adalah kebersihan, bukankah kebersihan sebagian dari iman?. Sehingga terpelihara jiwa bersih, pikiran jernih dan badan sehat wal afiat.
Hati yang busuk mengganggu hati orang lain, bahkan menuduh dan menunjuk hati orang lainlah yang busuk. Karena hati yang busuk melahirkan prasangka dan persangkaan cenderung kepada keburukan. Maka kuraslah kebusulan dalam hati hingga bersih dan dapat memantulkan cahaya kebeningan. Buanglah hati yang busuk agar tidak mengotiri diri dan membusukkan badan. 


===================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Buanglah hatimu yang busuk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar