Penjual dan pembeli adalah raja. Dalam.sebuah transaksi dunia prmasaran kita memberikan status berbeda antara penjual dan pembeli. Pasar menempatkan pembeli sebagai raja, namun tidak ada sandingan atau lawan bagi penjual. Seakan-akan pembeli memiliki kewenangan penuh termasuk menilai dan menghargai sebuah barang. Sedangkan penjual bersifat proaktif tetapi pasif. Proaktif dalam artian dituntut menyadikan narasi kesempurnaan barang yang dijual dan pasif, karena harus merayu calon pembeli.
Peletakkan posisi pembeli sebagai raja menjadikannya semena-mena, tanpa harus memperhatikan bagaimana perasaan penjual ketika harus diturunkan nilai dagangannya dan ditawar dengan harga melantai. Sehingga menumbuhkan persepsi bagi penjual agar tidak retak hatinya, dan goncang pikir, maka penjualpun bersikap semaunya melipatkan harga yang bila ditawar separuhpun masih untung. Juga memoles kemasan atau tampilan barangnya agar tampak.memarik. akhitnya kedua brlah pihak sepakat di awal untuk melakukan adu strategi.
Coba perhatikan, andai saja antara penjual dan pembeli laksana pertemuan dua raja dari kerajaan yang berbeda. Sungguh akan penuh kesopanan saling menghargai. Saling sanjung, percakapannya santun, menghindari kalimat makian dan melupakan saling melemahkan. Keduanya memiliki derajat sejajar dan daya tawar yang sama.
Konsep keseimbangan posisi dalam marketing menjadi penting agar dalam proses transaksi tidak ada yang rendahkan dan dalam menentukan keputusan akhir kedua belah pihak saling senang dan mendapat keuntungan maaing-masing sesuai peran yang disandang.
============================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Penjual dan pembeli adalah raja.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar