Senin, 01 November 2021

PENGGEMBIRA HARUS DIBAHAGIAKAN

PENGGEMBIRA HARUS DIAHAGIAKAN 



Penggembira harus dibahagiakan. Minggu, 31 Oktober 2021. Di kawasan literasi beragama. Sore diiringi mendung dan gerimis kadang menjatuhkan cintanya, membasahi insan suluh menyiapkan gazebo atau gubuk. Untuk mempercantik dibuatlah sebagian dindingnya dari anyaman bambu, agar terlihat klasik dan eksotis. Proses pembuatan anyaman diawali dengan mengaitkan bambu-bambu dengan desain seperti ketupat dengan pengerat paku. Pada sisi pinggir semua terpaku, yang akhirnya ada yang terpotong dan tak digunakan.

Pantaslah bambu-bambu yang tak terpakai disebut penggembira, ketiadaannya mengurangi nilai, maka wajiblah ada. Teringat seperti sebuah kontestan pemilihan kepala desa (pilkades), pemiliham bupati (pilbup) pemilihan gubernur (pilgub) pemilihan presiden (pilpres), yang tidak jadi atau tidak terpilih, posisinya sebagai penggembira.

Apalagi dalam sebuah kompetisi tertutup, seperti pemilihan dalam jabatan  yang disyaratkan dengan sistem lelang harus ada calon jadi dan calon pelengkap. Karena hasilnya sudah bisa diprediksi diawal.

Seperti itulah kondisi penggembira, walau sejatinya kurang menggembirakan. Maka perlu ada pihak yang digembirakan atau kompetitor tulennya perlu memberi kompensasi agar tidak berbalik arus menjadi kuda hitam dan berjuang menjadi yang terpilih. Seperti anyaman bambu yang diikat dengan paku, maka paku-paku penggembira itu harus ditundukkan agar tidak melukai, simpan di tempat yang aman dan ambillah paku-paku yang melukainya. 

Kehidupan sosial membutuhkan ongkos untuk penggembira, bila tidak akan menjadikan komunikasinya berkarat, lalu mengakibatkan  tetanus bagi yang tergores. Rawatlah dengan pelumas kemanusiaan agar orang lain merasa diperlakukan manusiawi. 


===========================

Hamim Thohari Majdi

Ha Mim Co

Penggembira Harus dibahagiakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar