Senin, 15 November 2021

UTAMAKAN PENGELUARAN

UTAMAKAN PENGELUARAN


Utamakan pengeluaran. Baru saja jamaah sholat Asyar turun (istilah lazim untuk keluar masjid usai jamaah), hujan datang tanpa ada tanda penyerta, meski langit sejak pagi tampak menua. Lebat, sangat deras hampir menutupi pandangan pengendara mobil. Namun karena ada agenda menghadiri akad nikah pukul 15.00, maka tak lagi hirau akan hujan yang setia mengiri perjalanan. Diterobos, dengan pandangan ekstra hati-hati menyingkan rombongam air hujam agar tahu letak lubang-lubang jalanan. Maklum, meski belum seminggu diperbaiki, tampaknya kekokohan aspal tergoyah oleh beban dump truck ditambah ganasnya air dimuaim hujan, mengikis aspal jalanan.

Rute pertama adalah menuju rumah imamuddin, hujan yang masih setia dengan bisikan kerasnya, mengantarkan kami brrdua mengambil keputusan untuk nail mobil "bisa jalan kaki dan berpayung tapi cukup jauh dan melewati teras rumah penduduk" ujar pak mudin meyakinkan argumennya agar naik mobi saja. 
Rumah yang dituju betul-betul sangat dalam dari jalan raya, melewati rerimbunan, pagar ramah lingkungam (paraling) tanaman serut menjadi pembatas sisi kanan dan kiri. Seperti tidak ada rumah. 
Genangan air tampak seperti tambak, tinggi air hampir selutut orang dewasa kami menikmati berjalan di atas genangan air tangan kiri pegang payung, tangan kanan mengangkat celana, wooww keren.
Akad nikah dilaksanakan dengan tempo singkat dan khusuk, mempelai laki-laki sangat tegas menjawab akad  lalu penyerahan mahar dan buku nikah diberikan oleh kepala KUA, diiringi bacaan shalawat mempelai laki-laki berjalaman memohon restu kepada  sanak kerabat yang turut  mengiringi. 
Pesta makan dimulai, para tamu begitu lahap, hal ini bisa dimaklumi karena perjalanannya terlambat dua jam. Melewati waktu makan siang, rombongan putra begitu menikmati dan menghargai apa yang disuguhkan tuan rumah. Di saat mereka mebikmati hidangan, justru saya tak bisa menahan buang air, suasana hujan sangat mendorong hasrat, "ahh lega" usai menuntaskan hajat melahirkan air. Dengan penuh antusias siap santap "wah, gak jadi makan dech" ucapku dalam hati, rombongan emak-emak menguasai meja hidangan tak mungkin diberi celah untuk turut serta. Akhirnya dengan beberapa aksi lalu pamit undur diri.
Lebih nikmat mengeluarkan yang terkandung dan sudah begitu menua. Daripada memasukkan energi baru. 



===================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Utamakan pengeluaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar