Fasum kawasan wisata dan kuliner. Gebyar wisata sedang menjamur hingga pelosok desa, telah menggusur gasilitas masyarakat kampung dan di go public-kan, sisi tertentu telah mengusik ketenangan masyarat dan keperawanan kawasan wisata. Dalam ranah yang lebih luasa mampu mendongkrak kecerdasan finasial masayarakat, salah satu buktinya adalah bermunculan pedagang kecil seperti rerumputan di padangnya. Membuka banyak lapangan pekerjaan. Misal warung, pedagang asongan, wahana permainan dan parkir.
Kawasan wisata di desa lebih banyak dikelola desa melalu Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) dengan suntikan dana modal dan operasional awal, sehingga desa memiliki otoritas dalam pengaturan mrlaluin pembuatan aturan. Juga fasilitas. Walau beberapa perlengkapan untuk transaksi dan penikmatan hidangan harus dipenuhi oleh pemilik warung.
Hati ini Minggu 2 Januari 2022, masyarakat masih euforia menginjak awal tahun, tak terkecuali di wisata Kali Sejuk desa Purowoso Kecamatan Sumbersuko kabupaten Lumajang, banyak dikunjungi wisatawan domestik, cukup padat walau tak sampai berjubel, membuat pengunjung hanya berdiri sambil mengarahkan pandang ke meja kursi yang berada dibatas aliran sungai.
Ada pemamdangan yang cukup menarik perhatian saya, sepasang suami isteri dan anak yang maaih berusia dua tahun, menentwng baki berisi dua gelas minuman hangat yang dibeli dari warung atas sungai, sepertinya pengunjung ini tidak tahu bahwa meja kursi yang didudukinya adalah milil warung yang ada di pinggir sungai, sang pemilkk hanya mampu menajamkan.pandang mungkin dalam hatinya berguman "piye arek iku, lungguh nang kene tapi pesene nang kono".
Berempat satu keluarga pengunjung baru telah mencatat pesanan makanan ringan dan minuman, mereka menunggu mendapatkan kedudukan, karena itu pemilik warung mengeluarkan gelaran (plastik terpal) yang meniatkan untuk pelanggan barunya, setelah menggelar plastik ia kembali le kedainya, sejurus kemudian gelaran iti juastru di tempati oleh sepasang muda mudi yang sudah bergabung satu meja dengan temannya. "Ah, liar biasa, angel wis angel tuturane" mungkin seperti itu nyanyian qalbu sang pemilik warung. Kejasian ini membiat pelanggan baru menfurungkan niat dan membatas orderannya dan alasan "gak ada tempat duduknya mas, gak jadi pesannya ya"
Itulah sekilas fenomena dalam kawasan wisata dan kuliner,memang semua digelar untuk pengunjung, namun hanya yang punyai nurani yang bisa dengan tenang menempati.
===================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Fasum Kawasan Wisata dan Kuliner.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar