Selasa, 01 Februari 2022

LAMPU MATI

LAMPU MATI


Lampu mati. Mereka sedang santai di ruang keluarga, merebahkan badan, Aji memilih  di Sofa, Mirna berada di atas karpet, untuk merasakan sensai dingin. Saling bercerita apa saja yang terlintas, saling bersaut, bahkan keluat dari tema, namanya ngobrol yang suka-suka, yang melintas dipikiran itulah yang diretas.
Beberapa buah di atas meja dan kue disiapkan dan diisi lagi sebelum benar-benar kosong. Apel tak pernah terlupa, selebihnya buah musiman. Aji menyukai buah kelengkeng, hampir setiap hari ketika berebah kelengkeng dihabiskam Aji, "kamu demen banget sama kelengkeng?"  Marni mencoba mengusili Aji, "kamu gak takut manis" lanjut Marni, "seperti aku mencintaimu, karena manis" balas Aji, disambut tawa oleh Marni sambil melempar bantal ke arah Aji.
Kali ini tidak ada tema serius, obrolan ringan saja, tiba-tiba lampu mati, "gelap sekejap" harap Marni, hingga setengah jam berlalu tak kunjung nyala, Marni memilih masuk kamar, menyalakan lampu hp, sambil memutar lagu, lalu lelap hingga menjelang subuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar