SEORANG DIRI
Marni sudah kemas-kemas, setelah dandan rapi. Beberapa tas ditenteng dimasukkan bagasi mobil. Mirna duduk di belakang kemudi, tengok kanan dan membunyikan klamson "tet..." langsung tekan gas perlahan meniggalkan rumah.
Tunggal Aji sendirian, ia memanjakan diri dengan berebah di kursi teras, sengaja kursi pantai ini diletakkan di teras samping, sambil merebahkan badan memandang angrek digantung berderet, suasana yang indah, bikin hati tenang.
Burung-burung seling bersautan, ketika sang majikan menyapa, lengkaplah isi halaman rumah ini; seperti mini zoom. Beberapa peliharaan menjadi koleksinya yaitu ikan hias, tupai, kelinci. Aji, banyak menyisakan waktu mengurus semunya, ketika pulang dari kerja, sifatnya hanya membantu, sebagai penangung jawab utama adalah pak Yanto, yang dibawa Aji dari kampung.
Usai mandi, Aji duduk di ruang keluarga, menyalakan televisi melalui remot kontrol, sambil tangan kananya memegang camilan. Walau Aji tak begitu suka ngemil, namun ia selalu memegang makanan ketika menonton televisi, kadang makan yang dipegang tak termakan hingga sebuah serial drama usai.
Malam ini, Aji seorang diri, memainkan androidnnya, bermain game. Di layar televisi tampak Zidan melantunkan lagu buih jadi permadani, lagu hit anak muda.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar