Materi untuk jiwa
Aji terlihat lelah, terserang flu dan demam, di bulan Ramadhan banyak kegiatan yang dilakukan malam hari. Seperti kata Rhoma Irama "bila sering kena angin malam segala penyakit akan mudah datang" bagian dari lirik lagu bedagang, Aji bercumbu dengan angin malam.
"mas, di sini hujan, silakan berangkat duluan, aku nunggu hujan reda" wa slamet solmet Aji, janjian begadang bersama di warung mak yem yang berada di tengah kota."hujan begitu deras di sini, aku juga nunggu sampai reda, badanku kurang fit, kabari kalau kamu sudah berangkat" balas Aji melalui WA.
"Aku pingin makan berat, pesan nasi bebek mak yem, seperti biasa, yang pedas" ucap Aji kepada mak yam sesampainya di warung. Slamet belum.juga datang..Aji mendahului karena lapar.
"wah, enak banget bebeknya" komen slamet sembari menjabat tangan aji "maaf terlamabat, ada saudara ke rumah antar kue lebaran" slamet menyampaikan alasan keterlambatannya. "Perut terasa kenyang, tapi hasrat makan tak bisa ditahan" ujar Aji menjawab komen Slamet. ""Maunya tidur sebentar, tapi mata yang mau terpejam" Aji menjelaskan mengapa harus santap nasi.
"Biarlah perut menjerit kekeyangan, asal pikiran dan hati tenang" ucap Aji dalam.hati. selebihnya Aji ngobrol dengan Slamet tanpa ada tema. Mereka berdua memilih warung mak Yem sebagai tempat sharing, kadang transaksi, di lain waktu saling menasehati bahkan diskusi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar