Energi alam
Aji kelihatan sangat lelah, bahkan sempat tertidur beberapa menit di atas lantai ruang keluarga. Maklum empat hari terakhir, disibukkan oleh kegiatan kemitraan dengan lembaga pemerintah.
"Marni, kita pergi ke mana sore ini" tanya aja kepada teman hidupnya. Sementara Marni belum memberi jawaban, karena ia juga kelelahan. Usai meletakkan gelas di rak dapur, Marni memberi pilihan "bisa di area pegungan atau dekat danau".
Aji selalu menjadikan alam sebagai sarana membuang kejenuhan dan menarik energi baru untuk lebih bersemangat. Tak salah kalau Marni menawarkan dua tempat tersebut.
"baiklah, kita ke kota saja, dekat danau, kalau sesore ini biasanya sudah sepi pengunjung" Aji menentukan pilihannya. Marni sudah siap memakai gaun simpel dan cepat berdandan, Aji menyelaraskan warna pakainnya dengan Marni "kita sudah berkomiten, siapa yang selesai berdandan diawal, maka yang kain jarus menyesuaikan warna" ujar Aji pada saat teman Marni menanyainya "bagaimana tips agar bisa berselera satu warna"
Bagi Aji "dalam.hidup ini tidak ada yang lebih oenying, kecuali selaras dan seimbang dengan pasangnya" Aji selalu menegaskan hal tersebut kepada para pasangan muda, kesannya sederhana, tapi prakteknya sangat berat, kecuali sudah saling memahami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar