sekelompok buruh tani, bagian memanen bergerombol di sebuah warung sate yang belum ada penvhuninya. Mereka menunggu para pembawa alat potong menunu sawah. Sementara jarum jam sudah diangÄ·a 08.02. Cukup siang dan melewati jam makan tamu hotel.
Arifin sebut saja namanya begitu, memulai membuka bekal, mengajak rekan-rekannya sarapan terlebih dahulu sebelum turun ke sawah. Mereka sesikit malu, beranggapan bekalnya sangat tidak pantas buat seorang pegawai.
"Enak pak ya" Aji membuka percakapan dengan mereka untukmemecah keaunyian dan kecanggungan. "Ya hanya lauk sekadarbya, krupuk juga ikan asin goreng" sahut salah satu dari mereka.
Mereka makan benar-benar karena sudah lapar, waktu yang terlewat, agar bisa me dapat bahan makanan cukup untuk memenuhi lebutuhan keluarganya.
Sementara para pegawai, orang kaya atau hartawan, kadangkala makan untuk merebut gengsi atau kenaikan status sosial bukan mengusir kapar, tapi merebut status, karenanya makam di mana dan makan dengan siapa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar