Senin, 04 Juli 2022

PEMABUK ASAL PILIPINA

PEMABUK ASAL PILIPINA


Cerita tentang pemabuk, masih sangat layak diperbincangkan. Memang banyak sisi negatif yang ditampilkan dipermukaan, karena perilaku mabuk menjadi salah satu penyakit yang dihukum oleh norma sosial.
Banyak hal yang berpengaruh pasca mabuk, maklumlah kontro diri sedang turun. Badanpun sedikit sempoyongan, bicara ngelantur. Betul-betul dikendalikan bawah sadarnya. Maka tak perlu kaget, ketika dalam keadaan mabuk, seseorang berkata-kata aneh (tak pernah didengar dari mulut pemabuk), yang berasal dari angan-angan yang tersumpan, tekanan-tekanan dari pihak luar yang tak mampu diurai, menjadikannya cemas.
Pada jaman kebesaran ulama sufi, terdapat seorang ulama membela para pemabuk yang diamankan oleh pihak keamanan atas laporan masyarakat, karena mereka selalu mengganggu kenikmatan lelap tidur. Ulama ini justru bersaksi bahwa keberadaan para pemabuk ini yang menjadikannya terjaga di setiap malam untuk tahajud, singkat cerita akhirnya para pemabuk menjadi pengikut ulama tersebut, karrna terkesima kebijakannya dan menyelamatkan dirinya berurusan dengan pihak berwenang.

Masih tentang pemabuk. Fenomena menarik pemabuk dari pilipina ini, unik. Para pemuda ini hobi minum tiap malam, kalau sudah teler minta ampun, tak sadar.diri, sama sekali tak sadar. Beda dengan kebanyakan pemabuk, hanya terasa pusing, efeknya sempoyongan.
Pemabuk dari Pilipina ini seakan memiliki alm, kapan harus sadarkan.diri dan bangun lalu beraktivitas. Bagi mereka mabuk tidaklah menjadi alasan untuk bermalasan, menempelkan kepala dengan bantal. Seakan terpisah antara mabuk dan pekerjaan.
Mereka sudah menyetujui peraturan perusahaan, menyatakan kesiapannya taat seratus persen.di setiap kata atau kalimat yang diuntai oleh perusahaan. Hal inilah yang membuat para pemuda Pilipina tetap segar dan terjaga dengan tegap.
Pelajaran yang bisa diambil, bahwa sesuatu yang telah disetujui dan diyakini pasti mudah dilakukan
 Sebaliknya penolakan atas sesuatu akan menjauhkannya dari kita. Jarak menjadi dekat karena sepakat untuk merapatkan hati. Jarak semakin menjauh karena beda frekiensi.
Banyak di antara kita masih cengeng, merengek dan menjadikan sesuatu yang kecil sebagai alasan untuk menolak tugas dan membebaskan diri dari tanggung jawab.
Namun.perlu diingat, masa depan seseorang bergantung atas apa saja yang dilakukan hari ini. Berbaik-baiklah, maka alam akan menemukan kita dengan orang yang baik dan takdir baik


Tidak ada komentar:

Posting Komentar