Sabtu, 22 Mei 2021

INTEGRITAS SYARAT POKOK MENJADI PEMIMPIN

                        INTEGRITAS SYARAT POKOK MENJADI PEMIMPIN

  

Setelah loyalitas adalah integritas. Kepribadian seseorang dapat dilihat dari integritas diri seseorang. Integritas menjadi faktor penentu nilai seseorang dalam kiprah kehidupannya, ibarat baju, integritas adalah potongannya tepat jahitannya ok sehingga memberi nilai tambah (value added) bagi pemakainya, tambah tampan atau tambah cantik

 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Menurut Mario Teguh, integritas adalah kesetiaan kepada yang benar, dalam profesi yang dimaksud dengan kesetiaan kepada yang benar adalah kesetiaan kepada produk-produk hukum yang dikeluarkan oleh institusinya

Integritas dan Kejujuran

Istilah integritas sering dirancukan dengan istilah kejujuran. Untuk membedakan kedua istilah tersebut saya sependapat dengan Stephen R.Covey yang menyatakan “honesty is telling the truth, in other word, conforming our words reality-integrity is conforming to our words, in other words, keeping promises and ful-filling expectations.”  Kejujuran berarti menyampaikan kebenaran, ucapannya sesuai dengan kenyataan. Sedang integritas membuktikan tindakannya sesuai dengan ucapannya. Orang yang memiliki integritas dan kejujuran adalah orang yang merdeka. Mereka menunjukan keautentikan dirinya sebagai orang yang bertanggung jawab dan berdedikasi.

Orang jujur adalah orang yang menyampaikan tentang hal yang diketahui, orang jujur bila ditanya akan menjawab seperlunya sesuai yang dibutuhkan. Sedangkan integritas seseorang diukur dengan tingkat konsistensi antara ucapan dan tindakan. Ucapannya menjadi barometer dalam bertindak dan tindakannya menjadi pijakan kokoh untuk mengucapkan suatu perintah, larangan atau nasihat

Hutson (2005) dalam tulisannya Trustworthiness menyebutkan bahwa orang-orang yang memiliki integritas memiliki kemampuan di antaranya: mempertahankan keyakinan, mendengarkan kata hati dan bertindak secara benar dan terus membangun reputasi diri

Simak bagaimana mencintai dengan kesadaran

 https://www.youtube.com/watch?v=SiD9FcNTvmI&t=121s

Mempertahankan keyakinannya

            Keyakinan kebenaran akan sesuatu hal adalah modal pertama dan utama dalam merencanakan tindakan, dengan keyakinan yang tinggi akan menguras virus keraguan yang menghalangi kreativitas berpikir dan membelenggu langkah. Bagi seorang pemimpin keyakinan merupakan daya dorong untuk mendistribusikan tugas-tugas kepada bawahan, dan bagi bawahan keyakinan akan memudahkan dalam menyelesaikan tugas yang diemban

            Integritas seorang pemimpin dibuktikan dengan keberaniannya mempertahakan keyakinannya secara terbuka, mampu mengurai setiap persoalan, siap adu konsep berikut memilah peluang dan ancaman, sehingga memudahkan langkah guna mewujudkan tujuan yang direncanakan.

            Integritas yang rendah biasanya cenderung mudah menyerah, tidak mampu menjelaskan rencana-rencana, tidak sanggup memberikan argumen penguat ketika ide atau kegiatannya ditolak oleh orang lain. Orang yang tidak punya integritas seperti layang-layang yang bergatung pada kencangnya angin, melayang ke utara ketika hembusan angin datang dari arah selatan, berbelok ke barat atau ke timur seiring dengan pusaran angin

Mendengarkan kata hati

            Agar otak anda tidak mudah lelah, sudah seharusnya anda setia mendengarkan apa yang difatwakan oleh hati. Sebab kata hati merupakan kemampuan membuat keputusan tentang yang baik-benar dan yang buruk-salah bagi manusia. Dalam kaitannya dengan moral ataupun perbuatan. Hati nurani memerintahkan atau melarang anda melakukan sesuatu kini dan di sini,  tidak berbicara tentang yang umum, melainkan tentang situasi yang sangat konkret.

            Sumber informasi kata hati adalah hati manusia itu sendiri, menurut imam Ghozali, hati seperti cermin dan dosa manusia seperti debu, semakin banyak dosa yang dilakukan, maka akan mempersuram cermin diri, cermin yang kotor pantulan yang dihasilkan penuh dengan bercak-bercak, hati yang kotor akan mengeluarkan perintah yang kotor juga. Sebaliknya orang yang selalu berbuat demi kemaslahatan orang banyak dan gemar melakukan kebaikan maka kata hatinya akan mengarahkan kepada hal-hal yang baik, ketika mengambil keputusan bisa diterima berbagai pihak karena mengutamakan kepentingan umum dan menjauhkan dari kepentingan pribadi yang kadang memberikan kepuasan sesaat tetapi menyimpan penyesalan mendalam

            Para pimpinan sudah seharusnya menggunakan kata hati sebagai rujukan dalam setiap keputusan yang diambil, setiap langkah yang hendak ditempuh sehingga yang dihasilkan benar-benar membawa manfaat bagi institusi. Efek postif lain adalah terwujud ikatan moral dengan staf, sehingga para staf melaksanakan tugas dengan riang gembira



Bertindak Secara Terhormat dan Benar.

Pemimpin yang memiliki integritas tinggi tentunya memiliki kemampuan untuk bertindak terhormat dan benar. Sebab jabatan yang diemban dijadikan sebagai tempat bercermin. Setiap tindakannya selalu didasarkan pada alasan yang cukup kuat dan distandartkan dengan aturan-aturan yang ada. Dan perlu disadari bahwa ucapan dan tindakan seorang pemimpin akan melekat dengan tempat yang dipimpinnya, maksudnya ucapan pemimpin biasanya dimaknai sebagai kebijakan, dan tindakannya akan dijadikan acuan bawahannya

Seringkali seorang yang sudah menduduki jabatan tertentu melakukan tindakan-tindakan yang kurang terhormat dengan cara memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, melakukan kesewenangan dan membuat keputusan yang selalu menyusahkan bawahan. Mari  kembali ke jalan yang benar, menata institusi tempat kerja  dengan sandaran moral dan berbasis kekeluargaan, sehingga terwujud saling menghormati dan saling mengasihi dalam konteks profesi secara professional dan porposional    

Terus Membangun dan Menjaga Reputasi Baik.

Setiap orang berharap untuk selalu memiliki reputasi yang baik dipandang oleh lingkungannnya. Untuk meraih, membangun, dan menjaga reputasi yang dapat dibanggakan tidaklah mudah, semua itu harus dilalui dengan kerja keras dan pencitraan positif yang terus-menerus dengan cara :

  1. Bertindak dengan integritas. Ini berarti "melakukan hal yang benar", bersikap jujur dan melaksanakan janji-janji yang telah dibuat. Misalnya, jika anda berpikir untuk menipu pimpinan atau staf anda, pikirkan lagi. Bila ketahuan, reputasi anda  langsung compang-camping dan menjadi bahan tertawaan. Sekali Lancung ke ujian seumur hidup tidak dipercaya
  2. Serius dalam pekerjaan. Selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa diri anda teliti, berkomitmen dan antusias akan pekerjaan anda sendiri. Anda akan berpeluang untuk mendapatkan promosi atau tawaran pekerjaan yang lebih baik bila orang tahu bahwa anda memiliki sikap yang tepat.
  3. Buat skala prioritas sehingga mempermudah pencapaian tujuan perencanaan, mempermudah dalam menyelesaikan suatu program kegiatan. Jangan menyia-nyiakan peluang, bersegeralah pindah dari suatu urusan setelah pekerjaan tersebut selesai
  4. Hormati orang lain. Kehormatan seseorang tergantung seberapa kuat anda menghormati orang lain, semakin anda hormat kepada orang lain, semakin banyak simpati yang anda dapat dan semakin banyak yang akan menghormati anda. Sebaliknya bila anda kurang memberikan penghormatan kepada orang lain jangan berharap orang lain akan menghormati anda, jadikan jabatan yang anda miliki sebagai sarana menghormati orang lain

Integritas yang tinggi adalah impian sebagai seorang pemimpin, semestinya seorang leader memimpikan bisa mengangkat orang-orang yang integritasnya tidak perlu dipertanyakan lagi, dengan integritas yang tinggi   akan mampu menerjemahkan setiap kebijakan pimpinan, dengan integritas yang tinggi pula seorang pemimpin mampu melakukan hal-hal yang kreatif dan selalu berinovasi untuk kepentingan isntitusinya

 Betapa pentingnya integritas dalam diri seseorang sehingga tanpa integritas , motivasi menjadi berbahaya; tanpa motivasi, kapasitas menjadi tak berdaya; tanpa kapasitas, pemahaman menjadi terbatas; tanpa pemahaman pengetahuan tidak ada artinya; tanpa pengetahuan, pengalaman menjadi buta. 

Hamim Thohari Majdi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar