GURU ITU PEMILIK
Guru itu pemilik. Hakekat pendidikan seorang anak adalah tanggung jawab orang tua. Namun denga berbagai alasan sebagian besar diserahkan kepada guru baik yang berada dalam lembaga pendidikan atau perorangan. Inilah salah satu muasal berdirinya sekolah dan madrasah, kursus. Ada pola yang sangat privasi yaitu home schooling (sekolah di runah dengan mendatangkan tutor)
Di tengah ketatnya persaingan antar lembaga untuk mendapatkan siswa sesuai kuotanya, banyak yang memperkuat konsep "sekolah atau madrasah sebagai rumah kedua bagi siswa", ini sebagai indikasi bahwa lingkungan (budaya) sekolah didesain seperti suasana rumah. Sehingga anak-anak merasa nyaman seperti berada di rumahnya sendiri.
Tentu ada pertanyaan yang perlu dijawab tegas, "kalau sekolah dijadikan sebagai rumah kedua bagi siswa, maka siapakah orang tuanya" tentu jawabannya adalah "guru", bukan kepala sekolah. Mengapa? karena siswa-siswa itu akan diasuh dan diajari oleh guru bukan kepala sekolah.
Dari situlah transaksi atau pembuatan komiten antara orang tua dan guru harus ada. Orang tua memasrahkan anaknya secara lahir batin kepada guru. Sehingga selama berada di sekolah siswa ada dalam kekuasaan dan kewenangan guru.
Maka secara pengasuhan siswa adalah milik guru. Kesadaran ini perlu di tegaskan agar tidak menimbulkan jarak antara siswa dan guru, serta perbedaan penhasuhan siswa satu dengan lainnya. Guru adalah pemilik, maka peluklah siswa dengan keakraban.
===================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Guru itu pemilik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar