JANGAN KIKIR
Jangan Kikir. Dalam dunia pendidikan ada sebutan serem (angker) bagi tenaga pendidik yaitu guru killer dan dosen killer. Dari istilahnya saja sudah bisa ditebak artinya. Killer sang pembunuh, membunuh karakter, membunuh kesempatan siswa atau mahasiswa untuk menuntaskan pembelajaran.
Dosen atau guru killer, adalah mereka yang memelihara egosentrisnya. Orang lain harus tunduk kepadanya, khususnya siswa atau mahasiswa. Para killer ini melihat dirinya sempurna, orang lain harus menghormati dan tidak menyediakan ruang berdiskusi. 'Terserah aku" kata para killer.
Mahasiswa atau siswa sudah habis nyali menghadapi mereka, lebih baik mengikut, walau bertentangan dengan nurani dan kelaziman, deni sebuah nilai dan kelulusan. Sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak sehat, karena sebagian besar peserta didiknya tidak mengingini.
Guru yang pelit, adalah memandang kelemahan siswanya, kurang bisa memberi apresiasi. Kompetensi siswa selalu tertutupi oleh rasa ketidak sukaan secara subyektif. Lebih sering melihat sisi gelap siswa yang tidak mungkin dipoles dan menjadi brrsinar, dari pada sisi terang yang gamblang menjadi penerang.
Siswa yang mendapat nilai jelek, walau merasa tidak mampu, tetap meninggalkan luka. Sebaliknya bila diberi nilai cukup apalagi baik, maka berbungalah hatinya.
Berikan anak tumbuh mekar sesuai usianya hargailah apapun usahanya, jangan fokus pada hasil. Karena sejatinya pendidikan merupakan prosea menuju dewas dan lebih baik.
Kekesalan gutu terhadap tingkah laku siswa yang tidak dikehendahi, tak ubahnya seperti membekal masa depan mereka. Harusnya guru sadar bahwa dunia nyatalah yang akan membentuk seseorang, sedangkan pendidikan adalah wotkshop, menyiapkan pengetahuan dan mentalitas siswa dalam menghadapi jamanbya.
Bila siswa salah, hukumlah sepantasbya, bila siswa berpreatasi berilah penghargaan setinginggi-tingginya.
Nilai yang kau berikan wahai para gutu sangat menentukan masa depannya.
=======================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Jangan Kikir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar