Selasa, 20 Juli 2021

MENGUATKAN JIWA KEMANUSIAAN

MENGUATKAN JIWA KEMANUSIAAN


Menguatkan jiwa kemanusiaan. Di tengah keterbatasan pergerakan karena penerapan darurat pembatasan berkerumun, pada satu sisi merenggangkan rasa kesetiakawanan dan menguatkan individualis. Sisi lain adalah menguatkan kepekaan atas penderitaan orang lain.

Manusia dalam konsep filsafat adalah hewan yang berakal. Maka sifat asasi manusia sama dengan sifat binatang. Manusia menjadi lebih cerdik dari binatang karena mengoptimalkan  otak untuk berpikir dan berkreasi. Sehingga manusia berbudaya,  memiliki karya dan teknologi.

Kualitas seseorang ditentukan oleh kesungguhan  menggunakan akalnya. Banyak bermalas-malasan alhirnya menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Menjadi bebab orang lain dan akhirnya menghambakan diri kepada orang lain.

Semangat berkurban adalah mengasah jiwa kemanusiaan, Allah berikan bibit ketuhanan (tauhid) yang harus dikembangkan dalam mendayagunakan isi semesta dan melestarikan alam agar manusia mampu menjadi raja ada dirinya. Berjiwa kemanusiaan adalah mrningkatkan kualitas ketuhanan yang melekat dalam dirinya. Tidak membiarkan tabiat hewani memguasi. Maka dapat dipastikan akan menjerumuskan harkat dan martabatnya.

Semangat menuju penghambaan yang sejati. Dalam hidup ini banyak orang terjebak dengan kenikmatan yang menyesatkan merangkum tujuan hidup menjadi kesenangan hidup. Akhirnya amarah mengiasai dan hati mulai berkabut.

Jiwa kemanusiaan yang terasah akan mencari penciptanya. Untuk mempersembahkan amal terbaik. Berbaik-baik dengan sesama.



======================

Hamim Thohari Majdi

Ha Mim co

Menguatkan jiwa kemanusiaan

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar