Pandangan yang menyenangkan. Kehadiran seseorang dapat diperhatikan dari tatapan matanya. Membawa kesejukan, kecurigaan, kebencian, penuh cinta atau harap cemas. Guru harus mengatur tatapan mata kepada siswa sesuai situasi dan tujuannya. Pada poin besarnya tatapan mata guru harus menembus mata batin siswa. Untuk itu perlu upaya untuk membuang kabut yang mengakibatkan kabur pandangan.
Anak-anak kurang bisa mengatur gerak bola matanya, terlebih di hadapan guru. Kewibawaan guru yang menebar aura positif, membuat siswa merasa terlindungi, tersedia ruang teduh dalam dada guru dan siswa menyenanginya. Kesejukan pandang guru membuat siswa terlena dan terbawa oleh ritme guru, siswa dengan penuh suka cita mengikuti instruksi guru.
Pandangan jalang seorang guru menakutkan siswa, karena aura panas yang ditangkap, suana menjadi kurang ramah, ancaman menyesaki ruang kelas, hingga tumpah di halaman bahkan di pintu gerbang. Siswa takut datang kesekolah, ada ragu menjumpai guru, terlihat sayu kala bertatapan mata dengan guru.
Para guru yang terhormat, berilah segala hotmat kepada siswa dan warga sekolah melalui pandangan yang sangat ramah. Bukankah Rasululllah diutus di bumi untuk menghadirkan rahmat ke segela penjuru. Meniru jejak Rasul adalah keharusan karena beliau adalah telaga keteladanan. Rasulullah adalah sang guru atas maha guru dari segala penjuru. Tidak banyak diceritakan tentang pandang yang tak menyenangkan dari bola mata Rasulullah. Ini artinya bahwa generasi yang dicipta dari hasil kegiatan belajar mengajar (proses pendidikan) adalah pribadi-pribadi yang menyenangkan (qurrota a'yun) dari buah transformasi pandang sayang mata sang guru.
Cermin yang berasih memantulkan bayang terang hingga lekuk dan guratan sangat jelas penampakannya. Sebaliknya cermin yang penuh dengan debu menghalangi dan menghilangkan bagian bayang yang dipantulkan. Kebencian dan kecurigaan adalah nokta hitam di atas cermin, bila guru merasa kurang senang dengan siswa atau sedang mengandung dendam, tak kan pernah menghasilkan pandang sempurna.
Wahai guru masa depan siswa adalah di bola matamu, yang akan menjadi navigator dalam mengelilingi bulatnya bola dunia. Hati-hatilah jangan menanam kebencian karena akan menyesatkan. Tebarlah kesejukan sebagai pendingin amarah yang berkobar.
=================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Pandangan yang menyenangkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar