Mengukur takaran cinta. Harapan dalam bercinta takarannya tidak pernah berkurang. Cinta guru kepada siswa selalu tercurah, namun tidak boleh kering. Aliran cintanya harus mengalir seperti muara yang tidak pernah memedulikan sungai-sungai di bawahnya kering atau menggenang basah.
Guru adalah sumber energi bagi siswa kehadirannya membuat gairah dan tinggi motivasi. Laksana bara api yang menghangatkan hingga mendidihkan. Guru dengan segala kekuatannya, selalu powerfull walau siswa tidak membutuhkannya.
Takaran cinta guru kepada muridnya haruslah dinamis, menyesuaikan karakter dan kebutuhannya. Dalam menebar cinta kadarnya menyesuaikan kebutuhan siswa. Tidak harus sama rata, tapi sama tercipta rasa.
Terhadap siswa yang gemar memainkan kata, guru memfasilitasi agar siswa ini menjadi ahli bahasa, atau setidaknya, kompetensinya bisa dilejitkan dan diapresiasi.
Siswa yang gemar membuat tabel atau corat soret, maka guru mencarikan pendamping yang tepat, agar bisa mengoptimalkan kemampuannya. jangan halangi bila sang guru tidak ada ketertarikan bidang ini. Ulah siswa yang suka berdendang jangan merasa bising, siswa yang banyak gerak berikan ruang untuk menghabiskan tenaganya dengan hal-hal positif. Kegematan siswa dengan alam baik flora ataupun satwa adalah lecintaan hakiki, jangan dialihkan hanya karena guru tidak tertarik.
Takaran cinta guru tak perlu ditera, tetapi selalu tepat ukuran.
===================
Hamim.Thohari Majdi
Ha Mim Co
Mengukur takaran cinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar