Minggu, 08 Agustus 2021

BERILMU DAN BERAMAL SEPANJANG HAYAT

BERILMU DAN BERAMAL SEPANJANG HAYAT


Berilmu dan beramal sepanjang hayat. Ilmu adalah kunci segala segala sesuatu yang ada di dunia ini. Kebutuhan berilmu seperti kebutuham makan dan minum, asupannya sesuai dengan usia dan kadarnya. Makanan yang bergizi membuat tumbuh fisiknya optimal. Kecukupan ilmu menjadikan koginisinya sehat.

Bisa anda ketahui, perbedaan antara anak berilmu dan anak kurang ilmu. Ketika masih balita, membutuhkan ilmu untuk mendiakripsikan tentang diri dan lingkungannya. semakin dewasa, semakin banyak pengetahauan yang dibutuhkan, karena mulai merasakan adanya ancaman dalqm hidup, hadir orang yang dicintai, mendekat orang yang dibenci. 

Orang yang berilmu selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, menggunakan otaknya meramu infirmasi yang dimiliki. Orang yang kurang pengetahuan, mengedepankan emosi dalam setiap masalah yang dihadapi, reaktif, suka kaget dan mengagetkan. 

Tiada batas ruang dan waktu untuk menuntut ilmu, sepanjang kewarasan berlabuh dalam raga. Dengan ilmu hidup menjadi semakin berkehidupan, meredup saat senja tiba dan bersinar kala cahaya dari ufuk timur terpantul. 

Lahir dari diri berilmu adalah pribadi giat beramal, amal berlandaskan dalil atau teori yang diyakini benar. Memberi manfaat untuk kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Keinginan untuk mewujudkan kelestarian alam dan keasrian lingkungan. Buah dari ilmu adalah amal, yang mengalirkan pahala bagi amal baik, dan menambah dosa bila hasilnya merusak norma sosial dan menjauhkan dari kecintaan kepada sang pencipta.

Amal akan menjadi tapak tilas sejarah umat manusia, memberi petunjuk dan pembelajaran. Kebaikan terkenang.  Maka sejatinya manusia dituntut untuk berbuat sesuatu dalam hidupnya dan untuk kehidupan. Ilmu memang diperlukan, amal lebih diutamakan, karena amal inilah yang akan memberi jalan terang.

 

=========================

Hamim Thohari Majdi

Ha Mim Co

BERILMU DAN BERAMAL SEPANJANG HAYAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar