Sabtu, 07 Agustus 2021

PENGABDIAN DAN SANDARAN YANG SEMPURNA

 PENGABDIAN  DAN SANDARAN SEMPURNA


Pengabdian dan Sandaran Sempurna. Banyak orang yang bangga memiliki kawan atau sahabat berpangkat. Peringkat papan atas, pengaruhnya hingga ke lubang tikus. Sehingga mendapat manfaat untuk dijadikan sandaran. Cara merawat keakraban melalui penghambaan dan pemberian hadiah, bahkan upeti.

Pendidikan menghasilkan insan merdeka. Mengabdi pada obyek yang tepat. Dalam konteks kehidupan  dunia, ketaatan menghasilkan pengabdian, bukan ketakutan yang menghasilkan keterpaksaan. Pembiasaan yang memiliki dasar logika dan hati menerimanya. 

Ketaan seseorang harusnya tanpa tendensi, lebih ditekankan kepada bentuk terima kasih. Motif bersyukur menjadikan ringan dalam melangkah. Anda yang merasa mendapat kelimpahan dan kelapangan, dilakukan dengan riang dan penuh semangat, tanpa embel-embel apapun.

Anda pasti pernah merajuk kepada seseorang, untuk mendapatkan sesuatu yang berada dalam kekuasaan orang tersebut. Lalu anda berbuat apapun agar bisa merbut hatinya. Tentu hal ini dilakukan dwngan harap-harap cemas. Sama halnya anda melakukan ibadah atau amal kebaikan, disebabkan kerisauan yang anda alami, ada sesuatu yang anda minta. Maka anda memasang strategi secara sadar agar harapan anda terkabulkan. Sekuat tenaga hingga ada perasaan berat, bahkan keputus asaan.

Allah tak pernah mengingkari janjiNya, atau janji Allah pasti terlalsana. Seperti apa yang telah disunnahkan (hukun alam). Dengan catatan, syarat dan ketentuannya dicukupi. Wajarlah bila harapan anda selalu pupus, bila tak sejalan antara tujuan dengan arah menuju tujuan. 


==================

Hamim Thohari Majdi

Ha Mim Co

PENGABDIAN  DAN SANDARAN SEMPURNA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar