Menikmati proses. Dalam kehidupan sehari kebiasan yang sudah melembaga bahwa menikmati itu adalah suatu keadaan di mana suatu usaha telah mencapai akhir dan membuah hasil. Seperti halnya syukuran dilakukan pasca mendapat kenikmatan atau anugerah, shodaqoh ditunaikan setelah mendapat keuntungan atau kenikmatan finansial.
Agar hidup ini penuh dengan kenikmatan sepanjang waktu, maka perlu mengisinya sepenuh waktu dengan kesenangan dan kegembiraan. Berniat atau berhasrat dengan dasar keinginan baik. Penuh gembira dengan kekuatan imajinasi. Karena dijumpai ada orang yang sama sekali tidak memiliki keinginan. Hidup apa adanya, ada disyukuri, tidak ada dimaklumi. Menanamkan hasrat atau keinginan dibutuhkan agar ada perkembangan menuju kebaikan.
Niat yang kuat harus diwujudkan dengan penyusunan rencana. Dengan senang hati merencanakan sesuatu yang diingini tanpa terbebani, bisa atau tidak dilaksanakan. Menikmati perencanaan berarti mengembarakan imajinasi menuju puncak perbatasan. Mengoptimalkan potensi visualisasi keadaan yang dimimpikan dan menatanya secara apik, dalam komdisi ideal.
Perencanaan akan memberi nilai dalam hidup, bisa dilaksanakan sedikit demi sedikit, mengukur kemampuan dengan berikhtiar untuk menghadirkan doa berharap campur tangan Tuhan. Atas kuasaNya semua menjadi menjadi ringan, sarana pelengkap datang silih berganti sesuai tahapan yang direncanakan.
Sudah menjadi kewajaran dalam pelaksanaan ada hambatan atau rintangan. Hadapi itu sebagai ketetapan Tuhan untuk menguatkan, berpikir kreatif dan menghadirkan banyak jalan solutif. Perasaan gembira dan menikmati keadaannya akan memudahkan pencapaian tujuan.
Nikmati tahapan-tahapannya, cari hikmah dala setiap hal, syukuri apa saja yang dihadirkan Allah. Karena tergelar di alam semesta ini nikmat yang tidak bisa dihitung oleh manusia.
===================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Menikmati Proses
Pemburu kesenangan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar