Sakitnya dimarahin. Anda bisa bayangkan bagaimana tampang atau raut muka seseorang yang sedang marah. Sama sekali tidak menarik dan tidak lucu lagi. Sangat kaku, menyeramkan dan memancarkan kebencian. Marah, amarah yang dilahirkan dan memangsa korban. Orang marah akan merasa puas bila obyek kemarahannya tidak melawan, lalu mengikut apa yang diperintahkan.
Bagaimana hidup bisa tenang, kalau selalu dirundung kemarahan orang yang lain. Walau anda tidak begitu perhatian atau bahkan abai dengan kemarahan orang kepada diri anda, lambat laun menjadi masalah besar bagi perkembangan jiwa.
Untuk menghindar, bahkan terbebas dari kemarahan perlu bersikap lebih dingin, atau melakukan reaksi yang proaktif. Lemah lembut tetapi tegas, santun tetap berwibawa. Sehingga tidak diremehkan dan dibuat bulan-bulanan. Salah satu cara memulainya adalah menenar senyum. Menampilkan wajah ceriah. Gembira lahir batin, menyelaraskan penampakan dengan dorongan hati.
Upaya pelatihan atau pembiasaan yang dilakukan guru kepada siswa adalah menghindari diri agar tidak menimbulkan kemarahan orang lain, yakni melakukan hal-hal yang disukai dan menjauhi yang dibenci. Dengan menghadirkan cinta, menjadi guru yang mencintai isha Allah semuanya akan baik-baik saja, melakukan kebaikan sepanjang masa, menuju arah kebaikan dan berakhir lebih baik.
==================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Sakitnya dimarahin
Perwujudan menebar senyum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar