Suka-suka. Dunia marketing mengubah wajah, bila dulu ada istilah diskon, bonus dan gratis, dengan tujuan menarik pelanggan agar menjatuhkan pilihan kepada perusahaan atau ptoduknya
Kini ada istilah baru yaitu suka-suka dalam memilih keringanan pembayaran dan bonus yang tersedia. Nama suka-suka yang bagaimana perilaku pelanggan menjadi suka cita.
Kehidupan sosial menggelar pertunjukan adanya sosok suka-suka, semau gue, "lho gak suka itu urusan lo" ujarnya. Sebagai standar dalam menilai sesuatu adalah rasa yang dalam diri sendiri. Kalau sedang gembira dan gairah selalu menularkan kebahagiaannya, tatakala sedih dicarilah pelampiasannya.
Standart ganda atau sesuai drngam kecondongan yang dituju itulah landasan dalam melakukan penilaian.
Tiada bisa memahami apa yang dilakukan oleh orang lain.dan tidak osa mengerti apa dirasakan orang lain.
Bagaimana bisa memuji kalau orang lain selalu disalahkan. Bagaimana mungkin bisa menghargai kalau selalu dibenarkan. Subyektivitas harus dipertemukan dengan hal yang obyektif.
==================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Suka-suka
Kecerdasan yang tak terbimbing
Memimpin dengan Pujian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar