Minggu, 19 September 2021

SEMENA-MENA

SEMENA -MENA


Semana-mena. Ada sebagian orang ingin menjadi pemimpin agar memiliki kewenangan, bisa memerintah dan melarang kepada bawahan atau yang dipimpin. Ada adagium sabdo pandito ratu, pernyataan pemimpin adalah dasar hukum. Dari sinilah seorang pemimpin mensikapi dan menjalani amanahnya.
Sikap semena-mena hampir sama dengan suka-suka, namun lebih cenderung negatif, tanpa mempedulikan perasaan orang yang dipimpin, perintahnya harus dilaksanakan, yang melanggar harus ada hukuman. Memanda anak buah hampir disamakan dengan  budak, tidak memiliki hak usul, hanya siap jalankan titah. Atau memilki persepsi anak buah adalah tukan diperintah. Tanpa disertai alternatif pilihan. 
Pemimpin yang semena-mena ingin disanjung, dihormati dan ditakuti. Hampir tidak pernah memberikan perhatian arau empati kepada nawahannya, apalagi mau memuji, malah tidak akan terjadi. 
Kepedulian pemimpin yang semena-mena biasanya mengering, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Perangsang berpura-pura manis dalam pelayanan, perlu memakai topeng. 
Pemimpin semena-mena miskin pujian, rakus sanjungan. Semua laku harus ada imbal dan keuntungan material atau terdapat nilai ekonomis.



============================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Semena-mena
Hambatan pemberi Pujian
Memimpin dengan pujian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar