Beri Kemudahan. Salah satu ciri sejahtera adalah kemudahan akses, ketersedian kebutuhan pokok pada semua sektor, tidak saja sembako yang bersicat konsumtif. Misal, petani dengan mudah mendaoatka bibit, ketersediaan pupuk cukup dan ketika panen harga jual standar. Begitu juga industri disediakan bahan baku dan penyaluran pasar, sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Bila memang ada kenaikan harga, tetaplah bisa dijangkau masyarakat dan tersedia barang yang dibutuhkan. Karena akhir-akhir ini ada beberapa kelangkaan barang, sehingga menghambat proses atau produksi. Padahal masyarakat siap membeli asal ada barang dan harganya tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Memberi kemudahan bukan berarti mengabaikan syarat dan ketentuannya. Tapi tidak berbelit, jelas dan terukur, aspek subyektivitas tidak hanyut sehingga menyurutkan kelancaran.
Misal di suatu sekolah, ada anak yang tidak naik kelas adalah kewajaran dan gurupun mempunyai penilaian dengan benar. Namun bila ada anak sekolah dasar bertahan pada kelas atas, tidak naik hingga teman-teman sebangkunya lulus SMA. Maka hal ini ada sesuatu yang salah, bisa karena sistemnya atau pribadi gurunya.
Kemudahan dalam proses belajar mengajar adalah cara memberikan penilaian dengan membuat soal yang mudah dipahami dan berdasar standar minimal. Harapannya siswa dengan segala keterbatasannya bisa mengerjakan soal dan lulus. Dengan demikian maka masa depan siswa terjamin, lulus jenjang sekolah sesuai usianya.
Tidak begitu bermanfaat bila guru memberikan penilaian yang mengakibatkan anak tinggal kelas pun tidak ada ruginya bila guru memberi nilai yang bisa membuat siswa dan orang tuanya tersenyum.
===================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Beri Kemudahan
Pesta kenikmatan
GURU YANG MENCINTAI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar