Sabtu, 11 Desember 2021

PENGUATAN POSIYIF

PENGUATAN POSITIF


Penguatan positif. Proses kegiatan belajar mengajar tentu ada yang hendak dituju sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan, sehingga perlu ada upaya serius dalam menanamkan nilai-nilai yang hendak diajarkan.
Ragam karakter siswa mewajibkan guru bersifat selektif dan obyektif. Tujuan sikap selektif adalah memilah karakter siswa satu persatu, jangan disamatakan, tapi boleh dikatagorikan dalam beberapa jenis dan dikelompok yang sejenis. Kemudian lakukan pengasuhan secara obyektif yaitu memberikan perlakukan yang tepat sesuai dengan karakter dan kompetensi siswa, sehinga tepat sasaran dan kebutuhan. 
Memberi penekanan khusus diperlukan dalam upaya meyakinkan, bahwa siswa telah faham dan siap untuk mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap mata pelajaran. Sehingga guru perlu marah dan meyakinkan kepada siswa bahwa guru tidak puas dengan capaian prestasi siswa. Kemarahan guru harus tepat, dipahami oleh siswa dan ada respon setelahnya, siswa berubah menjadi lebih baik.
Guru yang bijak dan suka memberi pujian, menjadikam siswa membuka diri. Seperti fungsi sekolah sebagai rumah kedua dan guru adalah orang tua di sekolah. 
Pemberian hukuman sangat diperlulan untuk memberi efek jera, aar tidak mengulang kemalasannya dan meningkat motivasinya. Sehingga perlu dipantau apakah hukuman memiliki makna bagi siswa. Perlu dilakukan evaluasi dan inovasi bentuk hukumannya. Sama halnya dengan pemberian pujian, bila justru melemahkan semangat serta menyepelekan, maka perlu diubah bentuk pujiannya. Meski begitu hukuman lebih banyak melukai, sedang pujian mengantar kepada rasa percaya diri yang kuat. 



==========================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Penguatan Positif
Jangan kikir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar