Bagai sahaya dan raja. Mengulang pernyataan pada babasan di bab sebelumnya, bahwa sekolah adalah rumah kedua bagi siswa dan guru adalah orang tuanya. Dalam kontels amanah, maka guru mewakili orang tua siswa dalam hal kepemilikan sesaat selama di sekolah. Seperti setali mata uang dengan dua sisi, maka guru dan murid adalah menduduki sisi masing-masing. Selama proses kegiatan belajar mengajar, hanya guru dan siswa mengetahui dan merasakan atas apa saja yang ada di kelas.
Guru memiliki kewenangan mutlak kepada masa depan siswanya. Hal kni tampak dari perilaku dan pola asuh yang siterapkan, menyandingkan dan mengkolaboraaikan tiga pola asuh yaitu : otoriter, permisif dan demokrasi. Guru lebih condong pola apa yang diterapkan, itulah kelak yang akan menjadi karakter siswa di masa depannya.
Sebagai gamaran, bahwa genarasi yang diasuh dengan pola otoriter, memiliki kepercayaan diri yang rendah, kurang inisiasi dan suka mengekor miskin gagasan dan cenderung mengiyakan apapun yang berlaku dalam lingkungannya. Sementara anak-anak yanh sulit diasur dan suka-suka kemauannya sendiri, tanda melihat kepentingam dan keamanan orang lain, cerminan .produk pola asuh permisif. Para pemimpin, pencetus ide atau hahasan, mempelopori hal-hal yang baik dan nermamfaat bagi lemanusoaan dan kehidupam, dijasilkan dari pola asuh demokratis, memberikan ruang untuk saling menguras dan mengisi, salaing bertanya dan mebjawab, sehingga anak memilki alasan dan sandaran yang cukup kuat. Sementara orang tua hanya mengawal dan mengontrol saha, sehingga sistem cepat berjalan dan saling dipahami untuk ditatati.
Maka alan bertolak brlakang, produk dari pendidikan justru tidak menghasilkan insan humanis dan menjunjung budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai asasi kemanusiaan.
Artubya, bahwa guru adalah pemilik dari jiwa raga siswa adalah amanah untuk menjadikan generasi tangguh siap bertarung dan menaklukan jamannya. Kemuliaan inilah yang mrnjadikan guru lebih terhormat walau tanpa ada tanda jasanya. Layaknya tujuan pendidikan adalah menjadikan siswa sehat fisik, jiwa dan rohaninya, menjadi agen perubahan bertangan dingin dan cerdas dalam mengelola kekiatan otaknya.
==========================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Bagai Sahaya dan Raja
Guru Itu Pemilik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar