Selasa, 14 Desember 2021

SEPERTI SOPIR

SEPERTI SOPIR


Seperti sopir. Kenyamanan perjalanan sangat bergantung dari kelihaian dan hati sang sopir. Jalan rusak berlubang atau banyak kebatuan dilalui oleh sopir yang berhati dingin, menjadikan kendaraan sangat minim goncangan. Lubang-lubang jalanan dijadikan sebagai keindahan goyangan armada dan penumpangnya.
Sebaliknya sopir yang kesabarannya minimalis, walau memiliki keterampilan tingkat dewa, menjadikan goncangan menguat. Membuat mental penumpang tercabik-cabik dan raganya berangsur kurang nyaman, hingga menahan mual dan muntal. Ketidak sabaran menjadikan sesuatu yang sudah matang, muntah kembali. Kenyamanan berubah menjadi tak  beraturan. 
Pernahkah anda melihat sopir yang ugal-ugalan? atau anda termasuk tipe bila mengemudikan kendaraan bermotor suka menguasai jalan, kadang jalan zig zag, menerobos dari kiri dan sejenisnya. Tentu bila ditanya para sopir tentang perilakunya itu, jawabnya "sopir juga manusia ingin selamat, tidak ada sopir yang berniat untuk tubrukan, ingin cepat dan selamat".

Begitu halnya seorang guru yang berkuasa atas siswanya. Pasti tahu apa yang menjadi tujuan suci orang tua mempercayakan anak kepadanya. Guru selalu berpikir dan bertindak bijak, untuk menghormati profesi dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan siswa. Membentuk karakter siswa yang handal, dengan mengembangkan potensi dirinya, mengasah ketajaman hatinya dan melindungi dari hal-hal yang mrngkerdilkan fisik dan psikologisnya. 



==================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Seperti Sopir
Pemilik Tahu apa Yang harus dilakukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar