Di warkepi
Aji terlihat asyik menyantap ketan dibersamai kopi hitam "ingat kala itu, aku hanya bisa menelan ludah dan menahan hasrat bila lewat di depan warkepi" bisik Aji sambil menerawang memutar memori tiga puluh tahun silam, masih ingusan dan tak pernah menggenggam recehan dalam waktu lama.
"Piye kabare, tumben mampir warung" sapa kang Ali teman sepermainan Aji di kampung kelahirannya. "Iya kang, lagi bete, sendirian di rumah, jadi ya ingat warung ini" beber Aji memberi alasan menjawab pertanyaan Ali.
Dua piring Aji melahap ketan, dan membayar siapa saja yang ngopi, bail yang dikenal atau tidak, Aji tak peduli, hanya ingin nerbagi. Jauh dari sikap mengharap pujian, atau diatempel kaya bin dermawan.
Warung kopi adalah istana kuliner dan wahana mengasah ketajaman nercerita, topiknya selalu aktual. Kopi ketan.adalah teman yang menggairahkan.
=====================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Di warung.kopi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar