JANGAN PILIH KASIH
Aji berusaha memandang satu persatu dari deretan rumah yang dilalui, mencoba mengenal setiap yang lewat "Darso ya, anak pak Anim" sapa Aji kepada sosok yang tidak asing, Aji pernah menjadi kawan pak Anim. Mereka berdua bersahabat hingga mengental, layaknya saudara sekandung.
"Mas Aji mampir, itu dicari pak no" ujar bu nowo untuk mengingatkan masa kecil Aji dan bagaimana kerinduan pak no yang lebih banyak di rumah karena tamunya datang silih berganti, ada yang minta didoalam suatu hajat, lancar usahanya, cepat datang jodohnya. Pak no terkenal memilki tuah, apa yang diucapkan beliau menjadi petuah.
Begitu banyak yang menyapa, uat hati Aji bimbang, untuk menjatuhkan pilihannya sepada salah satu, namjn niat itu diurungkan "kalau sudah satu diampiri, maka yang lainnya pasti iri" Aji menemukan alasan penguat agar tidak pilih kasih dan tidak menjatuhkan pilihannya yang berakibat pilih kasih.
Sampailah Aji di rumah, merbahkan diri di ruang depan. Sambil sesekali memperhatikan androidnya, lalu memejamkan mata, hal yang hampir tidak pernah dijalani pada kehidupan notmal, tidur menjelang dhuhur.
====================
Hamim Thohari Majdi
Ha Mim Co
Jangan pilih kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar