Bersyukur
Marni sangat riang "luar biasa hari ini" teriak marni sambil mengepalkan tangannya. Tugas berat telah dilalui dengan segenap cemas dan harap yang diringi doa. "Sungguh kasih sayangNya, semuanya berjalan lancar" Marni kembali komat kamitkan mukutnya sebagai peneguj syukur.
Hari-hari yang dinanti sempat menyempitkan nyali, hujan disertai angin dan petir, membuat pohon tumbang, menutupi jalanan, mengenai rumah, memutus kabel listrik dan telekomunikasi. Hampir sepekan turun hujan, pagi, siang, sore kadang hingga malam.
Dengan tanpa mengabaikan situasi terkini. Marni dengan penuh kewibawaan, semangatnya mengalir kepada seluruh anak buahnya. "Begini harusnya seorang pemimpin, tegas danntangkas" komentar Bunyamin di tengah pekerja yang sedang memasang tenda.
Persiapan sudah mencapai tuju puluh lima persen, semua properti telah dipasang, tinggal menunggu sound sistem dan meja tamu undangan. Dipastikan sudah siap, para warga menawarkan diri untuk membantu dan meminjami meja beserta taplaknya.
Pagi mengapa, Marni lebih awal memeriksa ulang, memastikan semuanya tetap di tempat sebagaimana kondisi tadi malam"penuh embun" Marni mengeringkan jok kursi yang berselimut embun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar