Dari hati tembus ke hati
Terlihat sibuk, Marni berjalan ke sana ke mari, menutup rapat mukutnys, seakan tidak mengizinkan orang lain berkomunikasi dengan dirinya, fokus di tempat satu dan ke tempat lain. Hujan mulai turun, sementara para lansia sudah datang hampir dua jam sesuai jadwal di undangan. "sabar ya, bapak ibu, tamu kita masih di perjalanan, kita doakan semoga lancar" ucap Marni menenangkan jamah.
Hari ini ada acara pemberian santunan, Marni sebagai perantara, karenanya Marni harus bertangggung jawab, sebab bagaimanapun Marni menanggung beban moral yang cukup berat, Marni adalah sosok yang dipercayai di tempatnya.
Hujan mulai mereda, gerimis kexil, sesikit menghambat pergerakan kaum.lolita, bahkan ada yang berusia satu abad. Mereka ingin bertemu para dermawan meski tertatih-tatih.
Lega rasanya, acara berjalan lancar, Marni mampu menambahkan senyim kebajagiaan di gerbang bulan Ramadhan, meski pakaian layak pakai, bagi orang desa sangatlah berharga dan tetap berasa baru.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar